Budaya membaca dapat kita artikan
dengan mengembalikannya kepada akar kata tersebut. Budaya membaca terdiri dari
dua suku kata. Budaya dan membaca. Budaya artinya sebuah kebiasaan di
suatu tempat atau daerah yang dilakukan bersama orang-orang yang tinggal di
tempat tersebut, serta terus diturunkan ke generasi berikutnya. Sedangkan
membaca adalah membunyikan atau menyimpulkan sesuatu dari kumpulan informasi
yang masih abstrak dan tidak dapat dimengerti menjadi sesuatu yang memiliki arti.
Dengan begitu maka budaya membaca adalah kebiasaan manusia dalam membunyikan
atau menyimpulkan informasi yang masih abstrak menjadi sesuatu yang memiliki
arti.
Budaya membaca merupakan salah
satu budaya tertua yang pernah ada di muka bumi ini. Sebuah sumber mengatakan
bahwa manusia sudah mulai membaca sejak tahun 2500 sebelum masehi. Yaitu ketika
bangsa Mesir kuno berhasil menemukan bahan untuk membuat paphirus. Sebuah
kertas di zaman perabadan kuno. Kemudian dikatakan juga kebiasaan membaca
menyebar ke Cina dan India kuno.
Namun saya melihat sejatinya
budaya membaca jauh lebih tua dari yang sudah diungkapan di atas. Budaya membaca
sudah ada sejak zaman para nabi. Karena bukankah setiap nabi-nabi diberikan
kitab atau shuhuf oleh Alloh. Maka kitab dan shuhuf itu harus disampaikan
kepada umat-umatnya. Maka sudah tentu membaca akan dilakukan. Karena itulah bisa disimpulkan budaya membaca merupakan salah satu budaya tertua.
Budaya membaca juga pasti akan
ada di setiap tempat dan keyakinan. Terutama agama-agama samawi. Agama-agama
yang memiliki kitab suci akan mempunyai sejarah panjang tentang budaya membaca. Apalagi
dalam keyakinan agama Islam. Budaya membaca sangat diperintahkan oleh Alloh
Swt. Bahkan perintah untuk membaca merupakan wahyu yang pertama kali turun
kepada Nabi Muhammad Saw (Surat Al-‘Alaq ayat 1-5).
“Bacalah dengan menyebut nama
Rabbmu.....” (Al-‘Alaq ayat 1).
